Selasa, 16 Oktober 2012

Lingkungan Sehat Bencana Minggat

Lingkungan hidup merupakan faktor utama dalam kelangsungan hidup manusia. Pengelolaan lingkungan hidup atau sumber daya alam yang tepat akan mampu memberikan manfaat bagi hidup manusia itu sendiri. Sebaliknya, eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup dapat mendatangkan bencana bagi umat manusia itu sendiri.
Pemanasan global (global warming) yang tidak dapat dipisahkan dari kasus illegal logging, menjadi isu terhangat belakangan ini, adalah tidak lain menggambarkan bahwa kondisi bumi saat ini memerlukan perhatian yang lebih serius dari negara-negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Selain itu, abrasi di bibir pantai dikarenakan hilangannya pohon mangrove yang menjadi pemecah gelombang air laut, sehingga air pasang langsung menuju kedaratan. Akibatnya, pengikisan tanh oleh air laut menjadi ancaman yang cukup serius terhadap lingkungan di bibir pantai.
Salah satu upaya yang biasa dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup serta meningkatkan penegakan hukum di bidang lingkungan hidup. Program penanaman sejuta pohon yang dilakukan oleh pemerintah bisa galakan kembali untuk mengatasi berbagai tekanan terhadap sektor ekologis, termasuk kekhawatiran akibat kerusakan lingkungan dan ekosistem akan mendatangkan bencana yang merugikan masyarakat, baik secara moril maupun materil.
Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kesehatan lingkungan yang bisa pula mendongkarak pertumbuhan kesejahteraan masyarakat dikarenakan sehatnya lingkungan diantaranya yaitu :
1. Penanaman Pohon
2. Pengelolaan Sampah
3. Penyehatan Daerah Aliran Sungai ( DAS )
Penanaman pohon bertujuan untuk mengantisipasi masalah banjir dan tanah longsor, akibat gersangnya lahan, Meminimalkan dampak pemanasan global, mencegah punahnya flora dan fauna sehingga menciptakan lingkungan hidup yang lestari. Selain itu, mengembalikan lagi bersihnya udara yang dihirup oleh tubuh yang berdampak langsung bagi kesehatan tubuh manusia.
Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit. Selain itu pengelolaan sampah yang tidak baik juga akan menghasilkan gas-gas yang dapat memperparah pemanasan global, misalnya gas metan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pengelolan sampah yang baik dan benar.
Bibir pantai sebagai muara dari aliran sungai yang merupakan kesatuan ekosistem yang utuh dari hulu sampai hilir terdiri dari unsur-unsur utama manusia, flora, fauna, tanah, air dan udara, memiliki fungsi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Namun demikian kondisi pantai utara di Kabupaten Subang dewasa ini, semakin memprihatinkan yang ditandai dengan kejadian rob di daerah sekitar pantai yang hampir terjadi setiap bulan pada akhirnya mengkibatkan terganggunya perekonomian dan tata kehidupan masyarakat.
Salah satu contoh akibat dari tidak sehatnya lingkungan adalah banjir musiman di wilayah kecamatan Pamanukan ketika musim penghujan tiba, ini dikarenakan debit air di wilyah subang tengah dan pegungan tidak terserap dulu oleh tanah dan pepohonan sehingga air hujan yang turun langsung mengalir ke wilayah hilir. Banjir rob di Kecamatan legon kulon desa Legon wetan Kabupaten Subang, yang setiap bulannya selalu merasakan naiknya air laut kepermukiman warga mengakibatkan usaha dibidang perikanan mereka selalu merugi karena sulit mengontrol air yang masuk ke sekitar tambak dan tidak bisa diprediksi karena tnaman mangrove yang menjadi pemecah ombak kini sudah rata dengan tanah.
Salah satu tugas dari tenaga kesehatan lingkungan adalah melakukan pengelolaan sampah dan penyehatan kembali bibir pantai. Langkah awal untuk mensukseskan proyek tersebut adalah dengan menanamkan kesadaran dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan hidup.
Sebagai salah satu bentuk upaya untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan hidup agar hidup sehat dan sejahtera dimulai dengan pemahaman dan pengetahuan oleh masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup manusia.

PENGHIJAUAN

PENGHIJAUAN SEBAGAI OPTIMALISASI KEINDAHAN, KENYAMANAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT
 
    Sebelum kita memasuki pembahasan yang lebih dalam tentang penghijauan sebagai optimalisasi keindahan, kenyamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat, kita harus mengetahui makna penghijauan terlebih dahulu.
Penghijauan dalam arti luas adalah segala usaha untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan dengan menanam tumbuhan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal. Penghijauan dalam arti sempit berarti pelaksanaan penghijauan berdasarkan wilayah yang diinginkan. Misalnya penghijauan kota, penghijauan desa penghijauan kampus dan sebagainya.
Dilihat dari pengertiannya, penghijauan tidak akan lepas dari menanam, baik menanam tanaman pohon, tanaman berbuah ataupun tanaman berbunga. Namun dari berbagai macam tanaman yang dijadikan sebagai media penghijauan harus memenuhi karakter ruang yang digunakan. Misalnya tumbuhan yang berpohon hendaknya ditanam ditempat yang mendukung pertumbuhannya, yaitu ditanam di hutan. Tanaman berbunga hendaknya ditanam di sekitar rumah atau di taman-taman kota, sehingga usaha penghijauan bisa konseptual dan menghasilkan hasil yang maksimal.
Mengapa harus tumbuhan?!.
    Penghijauan atau penanaman kembali dengan menanam tumbuhan, karena tumbuhan adalah mahluk hidup yang pasif, artinya didak bisa bergerak bebas seperti manusia, namun dari berbagai aktivitas yang dilakukannya sangat diperlukan bagi kehidupan manusia. Sebagai mahluk yang aktif, seyogyanya manusia menjaga dan melestarikan sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Misalnya kebutuhan O2 yang dikonsumsi manusia setiap hari. Tumbuhan pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yaitu gas yang sangat dibutuhkan manusia untu bernafas, dan juga pohon menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu gas buangan sisa pembakaran. Semakin banyak tumbuhan semakin banyak kandungan O2 di udara. Secara tidak langsung semakin banyak tumbuhan berarti kesehatan manusia semakin terjamin.
Akar tumbuhan merupakan bagian tumbuhan yang mampu berkolaborasi dengan tanah, sehingga air yang ada dipermukaan bisa diserap ke dalam tanah. Akar juga berfungsi mengikat butir-butir tanah, dan mengikat air dari pori tanah. Sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjadikan mata air, sungai dan danau, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya. Sehingga kehidupan manusia menjadi nyaman tanpa harus jauh-jauh mencari air sebagai kebutuhan sehari-hari. Dan tanpa harus dihantui longsor, banjir dan bencana alam lainnya.
Tumbuhan memiliki bentuk keindahan tersendiri, sehingga satu tumbuhan yang kita lihat sering kali memberikan kesan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan yang luar biasa. Semua ini harus dimulai dari diri kita sendiri. Menanam tumbuhan disekitar rumah kita, kemudian mengajak keluarga, tetangga dekat, dan akhirya seluruh masyarakat. Dan selain manfaat yang telah disebutkan diatas masih banyak lagi manfaat-manfaat yang lain. Misalnya menghemat energi, mengurangi polusi udara dan sebagainya.

Manfaat Penghijauan Terhadap Lingkungan dan Makhluk Hidup

      Manfaat Estetis (Keindahan) Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman.
Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
     Manfaat Orologis
Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi Manfaat Hidrologis
Tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

      Manfaat Klimatologis
Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.

     Manfaat Edaphis
Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

Manfaat Ekologis
Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

Manfaat Protektif
Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.

Manfaat Hygienis
Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.

Manfaat Edukatif
Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

Cara Mengatasi Global Warning Dengan Penghijauan

Penghijauan cara mengatasi global warning

Penghijauan Mengatasi Global Warming

Saat ini bumi sedang mengalami masalah yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia di bumi ini. Saat ini lapisan ozon (O3) yang terdapat di atmosfer sebagai pelindungi bumi dari sinar ultra violet yang dipancarkan oleh sinar matahari mulai menipis. Atau peristiwa ini bisa juga disebut sebagai “Global Warming”. Global Warming itu sendiri diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri. Mereka menggunakan bahan-bahan yang mengandung gas-gas beracun misalnya seperti parfum, asap rokok, asap kendaraan bermotor, dll. yang dapat mengurangi jumlah gas-gas yang berguna bagi manusia pada lapisan ozon itu sendiri. Selain itu, saat ini dibumi tumbuhan hijau yang dijadikan sebagai tempat untuk fotosintesis demi mengurangi unsure gas yang berbahaya bagi manusia sudah mulai berkurang. Karena banyak sekali para manusia yang tidak memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar karena uang. Mereka itu dengan sengaja merusak hutan-hutan yang sangat berguna bagi bumi kita demi kepentingan pribadinya.
Pada saat ini, manusia telah banyak yang sadar akan guna hutan. Akhirnya pemerintah mulai menggalangkan program penanaman 1000 pohon setiap tahunnya. Karena dengan penanaman pohon tiap tahunnya akan mengurangi Global Warming itu sendiri. Dan mengurangi rumah-rumah kaca yang dibangun.          





 Kita kembali lagi ke PENTINGNYA PENGHIJAUAN LINGKUNGAN

Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan hijau terbuka. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di daerah perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa dan raga. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di daerah perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan kesadaran, perencanaan dan pelaksanaan dalam upaya menghijaukan lingkungan. Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.
Penghijauan
Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi alam agar dapat terus berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan didaerah kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesis tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan manusia. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Begitu pentingnya peran tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di daerah perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.
Penghijauan berperan dan berfungsi
* Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan;
* Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar;
* Pencipta lingkungan hidup (ekologis);
* Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya;
* Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu);
* Keindahan (estetika);
* Kesehatan (hygiene); (Rekreasi dan pendidikan (edukatif);
* Sosial politik ekonomi.
Pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat-syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan unsur hara dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.
Unsur hutan kota (urban forestry)
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.
Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (198 mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.
Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.
Teknik penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah,
* Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase. Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan
* Penanaman. Usahakan sebelum melakukan penanaman tanah digemburkan terlebih dahulu. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman
* Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Bila perlu memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK.
Manfaat hutan yang lain adalah:
* Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia
* Sebagai pencegah banjir
* Sebagai penyejuk alam
* Sebagai paru-paru dunia
* masih banyak lagi manfaat hutan bagi manusia yang lain.
 
PEMIMPIN MASA DEPAN

Dalam perkembangan kehidupan manusia dari zaman purba sampai modern yang diawali dari kehidupan Yunani Kuno sampai dewasa ini yang ditandai dengan era globalisasi, pada dasarnya manusia sebagai makhluk berpikir dan menggunakan alat, social, berpolitik, berekonomi dan lain sebagainya, mempunyai kebutuhan untuk berkelompok dan berorganisasi dalam memenuhi tujuan hidupnya. Salah satu bentuk untuk mencapai tujuan hidup bersama atas dasar kepentingan dan kebutuhannya secara berorganisasi dalam skala besar memalui bentuk Negara.
Dalam sebuah Negara itu diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengatur dan mengurus sebuah Negaranya. Pemimpin itu haruslah dapat mengatasi setiap permasalahan yang menimpa bangsanya tanpa memandang apapun.
Tidak hanya itu, pemimpin masa depan juga harus mampu mengembangkan kerjasama, dan bukan sekadar mampu melawan kompetitor.

Dianggarkan Penghijauan Jalan Lintas

Laporan Syahri Ramlan, Bagansiapi-api syahriramlan@riaupos.co

Kegiatan penghijauan dalam memeriahkan Hari Jadi Rohil ke-13 yang dipusatkan di sepanjang Jalan Lintas Bagansiapi-api - Sinaboi, tampaknya bakal segera ditingkatkan.

Gilirannya, Pemkab Rohil kembali menganggarkan dana untuk kegiatan penghijauan di Jalan Lintas Bagansiapi-api - Sinaboi yang panjangnya mencapai sekitar 29 kilometer.

‘’Kegiatan penghijauan yang dilaksanakan kemarin itu kan, kondisinya masih perlu ditingkatkan. Karena, waktu penghijauan itu disiapkan sebanyak 400 batang bibit mahoni yang disebarkan di empat kepenghuluan yang ada di Kecamatan Sinaboi,’’ kata Sekda Rohil Drs H Wan Amir Firdaus Msi yang ditemui Riau Pos, Kamis (4/10) di Kawasan Batuenam.

Bila dibandingkan panjang jalan lintas yang mencapai sekitar 29 kilometer serta jalan tembus dari Sinaboi ke Dumai sejauh 12 kilometer, tambah Amir Firdaus, maka bibit mahoni yang telah disiapkan masih perlu untuk ditambah.

‘’Berapa banyak bibit yang bakal disiapkan, tentu kan harus dihitung-hitung dulu. Jarak permeternya. Yang jelas, kita segera anggarkan dana untuk kegiatan penghijauan itu,’’ kata Amir Firdaus.

Pertimbangannya, lanjut Amir Firdaus, Jalan Lintas Bagansiapi-api - Sinaboi tersebut menjadi sarana pendukung utama jalan lintas pesisir pantai dan urat nadi terpenting ke Dumai.

‘’Dengan adanya penataan yang dilaksanakan dari awal ini, maka ke depan saat program infrastruktur selesai, kondisinya sudah bagus dan menghijau oleh tanaman mahoni,’’ kata Amir Firdaus.

Menjawab Riau Pos, Amir Firdaus menjelaskan, kegiatan penghijauan di jalan lintas Bagansiapiapi - Sinaboi tersebut direncanakan bakal dialokasikan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun anggaran 2012.

‘’Yang jelas, kita anggarkan secara bertahap. Kalau tidak memungkinkan di APBD perubahan, ya kita masukan di anggaran tahun berikutnya. Intinya, kita lakukan secara bertahap,’’ kata Amir Firdaus.(jrr)  
Akses lebih cepat di peralatan mobile anda: m.riaupos.co
 

MANFAAT HUTAN

     PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.


     Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.
Penghijauan perkotaan

Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan.

Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.

Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).

Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.


     Penghijauan berperan dan berfungsi (1) Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan; (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); (6) Keindahan (estetika); (7) Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif); (9) Sosial politik ekonomi.

Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.



     Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.


    Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.

Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.


     Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.


Teknik penanaman:

     Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adala, (1) Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.

Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan;
(2) Penanaman. Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.

Manfaat hutan yang lain adalah:
1. Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia
2. Sebagai pencegah banjir
3. Sebagai penyejuk alam
4. Sebagai paru-paru dunia

PENANAMAN BAKAU


PENGHIJAUAN HUTAN MANGROVE